Slalu Teriak Senang, Tersenyum Diam, Duduk dan Menang
!!
Matahari hebat
tersenyum cerah, siang seakaan menyengat
pikiranku. Masa bodoh semua itu hanya ada dalam imaji. Tak percaya malam ini
akan ada perjalan jauh yang harus ku tempuh bersama sahabat-sahabatku (The Reds
Wonosobo) dari kota dingin yang ASRI ini menuju etalase negara kalo kata Pak
Jokowi, karna ada acara dan sudah di rencanakan jauh-jauh hari.
Senja kian
manis, apa yang aku rasa saat ini tak pernah aku rasakan sebelumnya. Senyum
surga kian mengambang setelah 12 tahun menjadi fans dan mencintai klub besar
sepanjang sejarah sepak bola dunia. Tanah Inggris memang terlalu jauh dari
tanah airku, separuh dunia bagiku sangat jauh meen !! sadar klub ini sedang
mengadakan Tour pra musim ke Indonesia, tak bisa dipercaya untuk pertama kali
dalam seumur hidup mereka menginjakkan kaki ke bumi Indonesia meenn !!!
Malam pun
tiba, tak akan aku sia-siakan kesempatan indah ini, bersiap diri untuk suatu
pertunjukkan yang akan di kenang dalam sejarah hidupku. Senayan menunggu kami
semua para supporter se-indonesia datang untuk menonton klub ini. Rasa gembira,
kagum, ragu, tak sabar, gelisah semua menjadi satu. Belum ada setengah dari
hidupku bertanya dalam hati “apakah benar nyata diri ini akan menonton hmmm Yaa
!! Steven Gerrard dkk bersama Liverpool FC di depan mata, bukan lagi di layar
kaca ??!! Masih juga aku tak percaya, ” hahaha
Mari saya
mulai, ini hal yang hebat dan layak untuk di saksikan !!
Berhias
bintang dan rembulan tersenyum manja, berbenah dan meminta restu orang tua
lanjut berangkat ke pos pemberhentian Bus. Tak sabar untuk segera duduk dan
berangkat menuju Jakarta sembari berkencan dengan teman perempuan dari luar
kota yang juga berangkat menyaksikan klub hebat tersebut, yaa temen bias
dibilang temen twitter haha karna ada janji yang harus aku bayar kepadanya.
Malam
terasa sangat dekat karna tak ada 24 jam lagi saya akan menyaksikan laga Liverpool
FC di Gelora Bung Karno melawan Indonesia, sungguh hari yang membanggakan.
Seperempat
malam, perjalanan pun dimulai dengan penuh tawa canda didalam sana, istirahat
dan memejamkan mata adalah ide yang baik bagi mereka, tapi tidak untukku.
Menemani Pak sopir dengan lantunan musik dari flashdisk milikku supaya tak
selamat diperjalanan.
Sepertiga
malam, sampailah di pantura dan sejenak beristirahat di rest area sembari
menikmati hidangan sahur yang telah di sediakan oleh panitia penyelenggara.
Pagi
mendung menutup lazuardi langit di iringi gerimis, semangat tak akan pernah
padam melanjutkan perjalanan ke jantung kota Jakarta. Tumben Jakarta tak macet
pagi ini menuju ke Masjid Istiqlal. Sesampainya di tempat semua tampak pucat
kumal dan menahan lelah, masih ada sisa waktu hingga siang hari untuk me
refresh otak, badan, dan hati.
Aku pikir
masa bodoh tak perlu mandi karna hati masih terlalu semangat dan bersih, tak
usah panik, mari menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di sekitar masjid, ada
satu tempat yang saya tuju bersama kawan tak jauh dari masjid yang sekian lama
tak pernah aku kunjungi, Monaaass meen !! haha mari kita jalan-jalan dan ambil
gambar yeaaaah !!
Lelah
menyelimutiku tak kuasa menahan geraah, bersandar telanjang kaki dan member
kabar untuk teman perempuanku bahwa aku telah sampai disini dan menawarkan
untuk bertemu, “ternyata dia sedang bersenang senang di tempat lain yang
jaraknya cukup jauh denganku, sudahlah, optimis saja pasti nanti bertemu di
tempat pertandingan, kalo Firehouse bilang sih I’am Here For You” nasib orang
hutang janji ya gini ini, gelisah tak karuan, daripada keburu di tagih yaa
mending sadar diri buat bayar hutang.
Siang
menjadi kenangan di Istiqlal dan Monas, kami melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan kami “Gelora Bung Karno !!”.
Pak sopir sini saja pak !! masih terlalu luas untuk parkir. Satu per satu
supporter Liverpool FC dari penjuru bumi pertiwi mulai berdatangan.
Tanpa sadar disini telah ramai berwarna MERAH yang sesungguhnya !! teman-teman
sibuk dengan urusan masing-masing berjalan menyusuri sekitar stadion, mini
anfield, dan assssyudahlah manadaurus dan aku tetep stay cool haha. Lelahku
lelah kalian juga hari menjelang sore menunggu waktunya berbuka puasa berharap Tuhan
pulangkan hati bercahaya kala semua tertawa disini, mencoba mengulang keadaan seperti
malam di kota kemarin. Sisa waktu bersama bercanda penuh makna terbaring puas
tak sesuai harapan kala senja di senayan kembali diguyur hujan deras, bukan
masalah besar sih biasa aja.
Selesaikan
hari sedikit demi sedikit tak mau pergi dan berlalu hari ini. Kalau saja ada jalan yang terjal tanpa sepatu pun
aku akan berlari melewatinya. Malam tiba, saatnya kami masuk untuk menyaksikan
laga bersejarah dalam hidupku dan juga mereka para supporter Liverpool FC
se-indonesia, berbondong-bondong
mendekati stadion tak lupa perlengkapan pun kami bawa, semua berwarna MERAH WE FIGHT !! siap peraaaang untuk membela
mereka di Gelora Bung Karno !!
Pertandingan
belum mulai tapi gemuruh chants dan sorak-sorai penonton membuatku merinding
menggetarkan hati, Kesempurnaan memang mustahil dicapai, tetapi mereka yang
mengejar kesempurnaan akan selalu berada di depan, 82.143 supporter memenuhi bangku stadion.
Mimpi mimpi
besar akan menjaga kita tetap waras, Aku pikir hanya bisa melihatnya lewat kaca
dan bermimpi suatu saat akan terbang ke Anfield Road untuk mendukungnya disana,
inilah mimpiku yang tak pernah terbayangkan, Liverpool FC jauh di daratan
inggris dan sekarang hadir di depan mata. Saat tak seorangpun yang kukenal
tampak bisa membantuku, aku dan teman-temanku berusaha untuk mencari tempat
kosong dan bersandar nyaman. Semakin banyak orang yang hanya tertarik melihat
The Reds hadir dilapangan, aku sibuk bercanda bersama kenalan dibarisku karena
penglihatanku sudah kabur sejak 2 tahun yang lalu.
Aku tak bisa
memulainya, BIGREDS terus bernyanyi
untuk Liverpool yang akan bertanding, Pertandingan pun dimulai, semua orang
berdiri dan menyanyikan lagu kebanggaan Liverpool FC “You’ll Never Walk Alone,
Aku merasa seperti mendengar lagu yang indah dengan senyuman” nampak sang kapten Steven Gerrard
dan pasukannya akan beraksi. Gerah kusam dan lusut itu yang kurasa di dalam
sana, asalkan senang untuk melihat mereka dengan mata kepala sendiri tak peduli
yang aku lakukan. Ini dunia yang aku tunggu jauh dari rumah, gemuruh
menyelimuti telingaku tanpa henti.
Disisi lain
mengapa aku disini ?? itu karna Liverpool FC dan salah seorang teman
perempuanku, aku berkata dalam hati “ada janji yang harus dibayarkan disini, ini
kesempatan bagus, bukan untuk ditunggu atau duduk manis dan bertumpu tangan, semoga sisa waktu
dapat menemuinya walau hanya teman di
twitter dan sesama fans Liverpool fc”. Gelisah takut tak bisa menemuinya maka
ku putuskan untuk tetap fokus pada pertandingan dan candaan. Suasana dengan
atmosfer menakjubkan terasa tebal saat Goal pertama tercipta. Bangga dan tak
sia-sia aku mendukungnya sejauh ini. Setelah beberapa menit berselang, babak
pertama pun selesai, lagi-lagi penonton masih tetap bergemuruh tanpa henti.
Liverpool FC
itu ibarat burung cendrawasih, jika bulunya hilang semua maka ia tetap burung
cendrawasih tidak bisa berubah menjadi yang lain. Klub ini tetap raksasa dunia
walau keaadan saat ini begitu sulit dan di sayangkan, dan saat ini kami para supporter Liverpool
diseluruh dunia tetap percaya bahwa raksasa akan bangun dan berusaha merebut
kejayaannya kembali dengan tangan sang pelatih yang sedang membangun pondasi
yang kuat !!
Babak kedua
dimulai !! Masih tetap para supporter bergemuruh di stadion yang padat.
The Reds tampil maksimal walau tanpa sang kapten
tercinta, buktinya mereka mampu menjebol kembali gawang Indonesia, 2 -0
skor untuk Liverpool.
Senyum surga kian mengambang, tak pernah
merasa berkorban untuk sampai disini duduk menyaksikan yang akan ku jadikan
kenangan dalam hidup. Pertandinganpun usai. Masih tetap duduk dan apa yang akan
terjadi setelah ini. Steven Gerrard bersama pasukannya member penghormatan
sambil berjalan mengelilingi lapangan untuk para supporter. Terimakasih Gerrard
!!
Harapan
tersita dibalik dinding menunggu wangi sayap menghampiri, akupun meninggalkan
bangku penonton dan segera menuju pintu keluar, akhirnya bernafas lega, hawa
segar kembali kudapatkan diluar sana, tak seperti didalam stadion. Semua teman
berpencar langsung ku gandeng satu
temanku untuk selesaikan tugas terakhirku disana, Andin namanya. Kami berdua
langsung keluar stadion dan memberi kabar kepada teman perempuan kami, dia
bernama Amanda dari Palembang, namanya saja teman twitter haha. Yang aku
takutkan dan kusangka hutang ini tak akan lunas, aku yakin semua masalah ada
jalan keluarnya.
Kami memberi kabar pada Amanda bahwa kami
telah menunggunya. Tunggu kutarik
nafasku dan ku basuh dulu tenggorokan ini dengan sebotol air dingin. Amanda
telah menanti kita bersama temannya, Jarak kami dengannya hanya sebatas horizon
dan cakrawala. Pada akhirnya kami pun berjumpa, dia tersenyum mesra dan ini
yang pertama kami bertemu, Hal-hal besar selalu di awali dengan obrolan kecil
“terasa ringan hati ini”. Sebentar saja kami mengobrol dan bercanda, ini jersey
Liverpool dari wonosobo untuk Palembang
yang kami buat untukmu, itulah hutangku padanya. Jauh-jauh hari sudah saya
siapkan untuknya, tak lupa atas bantuan dan pengorbanan Andin untuk usahaku. Aku
tak pernah merasa sehebat ini hahaha
Suatu saat
kami semua bisa saja berada di tempat yang sama dan malam menjadi kenangan
kembali mendukung Liverpool FC, menendang bola diatas senayan liverbird terbang
di kahyangan Yeah!!
Tak banyak
waktu untuk yang kami miliki untuk sekedar mengobrol dan bercanda di malam
penuh makna, perpisahan pun kami putuskan saling mendo’akan supaya selamat
dalam perjalanan pulang, sampai bertemu kembali Amanda haha “Heeey ini
nyataaaaaa !!!” kataku dalam hati.
Capek nggak pake
“deh” aku dan Andin bergegas menuju Bus untuk segera bersiap diri kembali
pulaaang ke kampung halaman dan bertemu kembali dengan segala masalah hidup
disana. Aku tak ingin pulaaaaaaaaang !! apa daya memang keadaan harus memaksa
aku pulang dan harus selesaikan urusan yang lain. Segeralah kami melakukan
perjalanan pulang untuk meninggalkan kejadian 2 hari ini.
Aku tersenyum dan mencoba bersungguh-sungguh
untuk berbaring dikursi bus, setelah semalaman tidak bisa tidur. Jujur aku
tidak tau apa-apa selama diperjalanan, setahuku pagi yang cerah telah
menjemputku diperjalanan, tinggal menunggu beberapa jam dan akan tiba di rumah.
Tak ada yang
lebih indah selain pulang kerumah !! semua tampak lelah, satu per satu teman
mulai turun daru bus, begitu pun aku. Sesampainya dirumah tak kuasa menahan letih,
aku hempaskan badanku ke tempat tidur
untuk memejamkan mata.
Selamat
jalan, aku berhutang rasa padamu, sampai jumpa Amanda, Steven Gerrard dan Liverpool FC.
Pengalaman
yang tak akan terlupakan, hari yang membanggakan dan aku berharap akan ada
kesempatan lain selama aku masih hidup. Sebaik baiknya wajah adalah senyum yang
mudah dikenang.
Rancangan yang sempurna akan membuat kita
menghargai sebuah kesederhanaan.
A road to
victory has many turns !! Bulan bintang senayan semoga kau simpan kisahku. 2 hari untuk selamanya dan sejarah manusia selalu memiliki
ikatan erat dengan musik, teman dan sahabat.
“You’ll Never Walk Alone !!”
Thanks to :
@Amanda_Afrida
@ThisIsAndino
@TheReds_Wsb
@BIGREDS_PLG
@LFC
@choivanka

.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)







