Kamis, 25 Juli 2013

Aku Kami Mereka dan Amanda Afrida



Slalu Teriak Senang, Tersenyum Diam, Duduk dan Menang !!



Matahari hebat tersenyum cerah, siang  seakaan menyengat pikiranku. Masa bodoh semua itu hanya ada dalam imaji. Tak percaya malam ini akan ada perjalan jauh yang harus ku tempuh bersama sahabat-sahabatku (The Reds Wonosobo) dari kota dingin yang ASRI ini menuju etalase negara kalo kata Pak Jokowi, karna ada acara dan sudah di rencanakan jauh-jauh hari.

Senja kian manis, apa yang aku rasa saat ini tak pernah aku rasakan sebelumnya. Senyum surga kian mengambang setelah 12 tahun menjadi fans dan mencintai klub besar sepanjang sejarah sepak bola dunia. Tanah Inggris memang terlalu jauh dari tanah airku, separuh dunia bagiku sangat jauh meen !! sadar klub ini sedang mengadakan Tour pra musim ke Indonesia, tak bisa dipercaya untuk pertama kali dalam seumur hidup mereka menginjakkan kaki ke bumi Indonesia meenn !!!
  
Malam pun tiba, tak akan aku sia-siakan kesempatan indah ini, bersiap diri untuk suatu pertunjukkan yang akan di kenang dalam sejarah hidupku. Senayan menunggu kami semua para supporter se-indonesia datang untuk menonton klub ini. Rasa gembira, kagum, ragu, tak sabar, gelisah semua menjadi satu. Belum ada setengah dari hidupku bertanya dalam hati “apakah benar nyata diri ini akan menonton hmmm Yaa !! Steven Gerrard dkk bersama Liverpool FC di depan mata, bukan lagi di layar kaca ??!! Masih juga aku tak percaya, ” hahaha





Mari saya mulai, ini hal yang hebat dan layak untuk di saksikan !!
Berhias bintang dan rembulan tersenyum manja, berbenah dan meminta restu orang tua lanjut berangkat ke pos pemberhentian Bus. Tak sabar untuk segera duduk dan berangkat menuju Jakarta sembari berkencan dengan teman perempuan dari luar kota yang juga berangkat menyaksikan klub hebat tersebut, yaa temen bias dibilang temen twitter haha karna ada janji yang harus aku bayar kepadanya. 



Malam terasa sangat dekat karna tak ada 24 jam lagi saya akan menyaksikan laga Liverpool FC di Gelora Bung Karno melawan Indonesia, sungguh hari yang membanggakan.
Seperempat malam, perjalanan pun dimulai dengan penuh tawa canda didalam sana, istirahat dan memejamkan mata adalah ide yang baik bagi mereka, tapi tidak untukku. Menemani Pak sopir dengan lantunan musik dari flashdisk milikku supaya tak selamat diperjalanan.
Sepertiga malam, sampailah di pantura dan sejenak beristirahat di rest area sembari menikmati hidangan sahur yang telah di sediakan oleh panitia penyelenggara.



Pagi mendung menutup lazuardi langit di iringi gerimis, semangat tak akan pernah padam melanjutkan perjalanan ke jantung kota Jakarta. Tumben Jakarta tak macet pagi ini menuju ke Masjid Istiqlal. Sesampainya di tempat semua tampak pucat kumal dan menahan lelah, masih ada sisa waktu hingga siang hari untuk me refresh otak, badan, dan hati.

Aku pikir masa bodoh tak perlu mandi karna hati masih terlalu semangat dan bersih, tak usah panik, mari menghabiskan waktu dengan jalan-jalan di sekitar masjid, ada satu tempat yang saya tuju bersama kawan tak jauh dari masjid yang sekian lama tak pernah aku kunjungi, Monaaass meen !! haha mari kita jalan-jalan dan ambil gambar yeaaaah !!




 
Lelah menyelimutiku tak kuasa menahan geraah, bersandar telanjang kaki dan member kabar untuk teman perempuanku bahwa aku telah sampai disini dan menawarkan untuk bertemu, “ternyata dia sedang bersenang senang di tempat lain yang jaraknya cukup jauh denganku, sudahlah, optimis saja pasti nanti bertemu di tempat pertandingan, kalo Firehouse bilang sih I’am Here For You” nasib orang hutang janji ya gini ini, gelisah tak karuan, daripada keburu di tagih yaa mending sadar diri buat bayar hutang.




Siang menjadi kenangan di Istiqlal dan Monas, kami melanjutkan perjalanan  ke tempat tujuan kami “Gelora Bung Karno !!”. Pak sopir sini saja pak !! masih terlalu luas untuk parkir.  Satu per satu  supporter Liverpool FC dari penjuru bumi pertiwi mulai berdatangan. Tanpa sadar disini telah ramai berwarna MERAH yang sesungguhnya !! teman-teman sibuk dengan urusan masing-masing berjalan menyusuri sekitar stadion, mini anfield, dan assssyudahlah manadaurus dan aku tetep stay cool haha. Lelahku lelah kalian juga hari menjelang sore menunggu waktunya berbuka puasa berharap Tuhan pulangkan hati bercahaya kala semua tertawa disini, mencoba mengulang keadaan seperti malam di kota kemarin. Sisa waktu bersama bercanda penuh makna terbaring puas tak sesuai harapan kala senja di senayan kembali diguyur hujan deras, bukan masalah besar sih biasa aja.






Selesaikan hari sedikit demi sedikit tak mau pergi dan berlalu hari ini. Kalau saja ada jalan yang terjal tanpa sepatu pun aku akan berlari melewatinya. Malam tiba, saatnya kami masuk untuk menyaksikan laga bersejarah dalam hidupku dan juga mereka para supporter Liverpool FC se-indonesia,  berbondong-bondong mendekati stadion tak lupa perlengkapan pun kami bawa, semua berwarna MERAH  WE FIGHT !! siap peraaaang untuk membela mereka di Gelora Bung Karno !!





Pertandingan belum mulai tapi gemuruh chants dan sorak-sorai penonton membuatku merinding menggetarkan hati, Kesempurnaan memang mustahil dicapai, tetapi mereka yang mengejar kesempurnaan akan selalu berada di depan,  82.143 supporter memenuhi bangku stadion. 
 
Mimpi mimpi besar akan menjaga kita tetap waras, Aku pikir hanya bisa melihatnya lewat kaca dan bermimpi suatu saat akan terbang ke Anfield Road untuk mendukungnya disana, inilah mimpiku yang tak pernah terbayangkan, Liverpool FC jauh di daratan inggris dan sekarang hadir di depan mata. Saat tak seorangpun yang kukenal tampak bisa membantuku, aku dan teman-temanku berusaha untuk mencari tempat kosong dan bersandar nyaman. Semakin banyak orang yang hanya tertarik melihat The Reds hadir dilapangan, aku sibuk bercanda bersama kenalan dibarisku karena penglihatanku sudah kabur sejak 2 tahun yang lalu.

Aku tak bisa memulainya, BIGREDS terus  bernyanyi untuk Liverpool yang akan bertanding, Pertandingan pun dimulai, semua orang berdiri dan menyanyikan lagu kebanggaan Liverpool FC “You’ll Never Walk Alone, Aku merasa seperti mendengar lagu yang indah dengan  senyuman” nampak sang kapten Steven Gerrard dan pasukannya akan beraksi. Gerah kusam dan lusut itu yang kurasa di dalam sana, asalkan senang untuk melihat mereka dengan mata kepala sendiri tak peduli yang aku lakukan. Ini dunia yang aku tunggu jauh dari rumah, gemuruh menyelimuti telingaku tanpa henti.





Disisi lain mengapa aku disini ?? itu karna Liverpool FC dan salah seorang teman perempuanku, aku berkata dalam hati “ada janji yang harus dibayarkan disini, ini kesempatan bagus, bukan untuk ditunggu atau duduk manis  dan bertumpu tangan, semoga sisa waktu dapat  menemuinya walau hanya teman di twitter dan sesama fans Liverpool fc”. Gelisah takut tak bisa menemuinya maka ku putuskan untuk tetap fokus pada pertandingan dan candaan. Suasana dengan atmosfer menakjubkan terasa tebal saat Goal pertama tercipta. Bangga dan tak sia-sia aku mendukungnya sejauh ini. Setelah beberapa menit berselang, babak pertama pun selesai, lagi-lagi penonton masih tetap bergemuruh tanpa henti.






Liverpool FC itu ibarat burung cendrawasih, jika bulunya hilang semua maka ia tetap burung cendrawasih tidak bisa berubah menjadi yang lain. Klub ini tetap raksasa dunia walau keaadan saat ini begitu sulit dan di sayangkan,  dan saat ini kami para supporter Liverpool diseluruh dunia tetap percaya bahwa raksasa akan bangun dan berusaha merebut kejayaannya kembali dengan tangan sang pelatih yang sedang membangun pondasi yang kuat !!

Babak kedua dimulai !! Masih tetap para supporter bergemuruh  di stadion yang padat.
The Reds tampil maksimal walau tanpa sang kapten tercinta, buktinya mereka mampu menjebol kembali gawang Indonesia, 2 -0 skor  untuk Liverpool.   
 
Senyum surga kian mengambang, tak pernah merasa berkorban untuk sampai disini duduk menyaksikan yang akan ku jadikan kenangan dalam hidup. Pertandinganpun usai. Masih tetap duduk dan apa yang akan terjadi setelah ini. Steven Gerrard bersama pasukannya member penghormatan sambil berjalan mengelilingi lapangan untuk para supporter. Terimakasih Gerrard !!




Harapan tersita dibalik dinding menunggu wangi sayap menghampiri, akupun meninggalkan bangku penonton dan segera menuju pintu keluar, akhirnya bernafas lega, hawa segar kembali kudapatkan diluar sana, tak seperti didalam stadion. Semua teman berpencar langsung ku gandeng  satu temanku untuk selesaikan tugas terakhirku disana, Andin namanya. Kami berdua langsung keluar stadion dan memberi kabar kepada teman perempuan kami, dia bernama Amanda dari Palembang, namanya saja teman twitter haha. Yang aku takutkan dan kusangka hutang ini tak akan lunas, aku yakin semua masalah ada jalan keluarnya.

 Kami memberi kabar pada Amanda bahwa kami telah menunggunya.  Tunggu kutarik nafasku dan ku basuh dulu tenggorokan ini dengan sebotol air dingin. Amanda telah menanti kita bersama temannya, Jarak kami dengannya hanya sebatas horizon dan cakrawala. Pada akhirnya kami pun berjumpa, dia tersenyum mesra dan ini yang pertama kami bertemu, Hal-hal besar selalu di awali dengan obrolan kecil “terasa ringan hati ini”. Sebentar saja kami mengobrol dan bercanda, ini jersey Liverpool  dari wonosobo untuk Palembang yang kami buat untukmu, itulah hutangku padanya. Jauh-jauh hari sudah saya siapkan untuknya, tak lupa atas bantuan dan pengorbanan Andin untuk usahaku. Aku tak pernah merasa sehebat ini hahaha


Suatu saat kami semua bisa saja berada di tempat yang sama dan malam menjadi kenangan kembali mendukung Liverpool FC, menendang bola diatas senayan liverbird terbang di kahyangan Yeah!!
 
Tak banyak waktu untuk yang kami miliki untuk sekedar mengobrol dan bercanda di malam penuh makna, perpisahan pun kami putuskan saling mendo’akan supaya selamat dalam perjalanan pulang, sampai bertemu kembali Amanda haha “Heeey ini nyataaaaaa !!!” kataku dalam hati.

Capek nggak pake “deh” aku dan Andin bergegas menuju Bus untuk segera bersiap diri kembali pulaaang ke kampung halaman dan bertemu kembali dengan segala masalah hidup disana. Aku tak ingin pulaaaaaaaaang !! apa daya memang keadaan harus memaksa aku pulang dan harus selesaikan urusan yang lain. Segeralah kami melakukan perjalanan pulang untuk meninggalkan kejadian 2 hari ini.

 Aku tersenyum dan mencoba bersungguh-sungguh untuk berbaring dikursi bus, setelah semalaman tidak bisa tidur. Jujur aku tidak tau apa-apa selama diperjalanan, setahuku pagi yang cerah telah menjemputku diperjalanan, tinggal menunggu beberapa jam dan akan tiba di rumah.
Tak ada yang lebih indah selain pulang kerumah !! semua tampak lelah, satu per satu teman mulai turun daru bus, begitu pun aku. Sesampainya dirumah tak kuasa menahan letih, aku hempaskan  badanku ke tempat tidur untuk memejamkan mata.

Selamat jalan, aku berhutang rasa padamu, sampai jumpa Amanda,  Steven Gerrard dan Liverpool FC.
Pengalaman yang tak akan terlupakan, hari yang membanggakan dan aku berharap akan ada kesempatan lain selama aku masih hidup. Sebaik baiknya wajah adalah senyum yang mudah dikenang.
 Rancangan yang sempurna akan membuat kita menghargai sebuah kesederhanaan.
A road to victory has many turns !! Bulan bintang senayan semoga kau simpan kisahku. 2 hari untuk selamanya dan sejarah manusia selalu memiliki ikatan erat dengan musik, teman dan sahabat.

 “You’ll Never Walk Alone !!”


Thanks to : 
                   @Amanda_Afrida 
                   @ThisIsAndino 
                   @TheReds_Wsb 
                   @BIGREDS_PLG 
                   @LFC


@choivanka     



 
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar